Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sumo (60) warga setempat berharap agar tanggul yang jebol dibenahi, agar jika hujan deras kembali, kejadian kerusakan tanggul tak terulang. "Kalau bisa, malah dibuat tanggul yang permanen, jadi jika ada gelontoran air masih kuat menopang," kata Sumo.

Menurutnya, banjir yang menimpa Desa Pladen rupanya tak hanya disebabkan dari satu tanggul yang jebol, tapi ada tanggul lain yang juga ambrol.  Lokasinya tak begitu jauh dari tanggul pertama yang jebol.

Kusnandar (47) warga setempat menuturkan tanggul sungai yang jebol pertama berada di depan rumahnya. Tanggul jebol terjadi saat kawasan tersebut sedang diguyur hujan deras. "Tapi setelah malam ternyata air tak hanya datang dari depan rumah saja. Namun juga dari belakang rumah, setelah lagi tadi dilihat, ternyata ada satu tanggul lagi di kawasan persawahan yang juga jebol," kata Kusnandar.Jebolnya tanggul dengan panjang kisaran 20 meter. Tanggul jebol lantaran tak kuat menahan air yang amat deras. Apalgi tanggul tersebut terbuat dari tanah bekas kerukan sungai. Sungai di lokasi itu baru dinormalisasi, beberapa pekan lalu. Beberapa hari sebelum puasa, juga tampak pekerjaan pengerukan sungai.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler