Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kabid Faslilitasi Perdagangan Promosi dan Perlindungan Konsumen Kudus Imam Prayetno mengatakan, lonjakan harga gas elpiji 3 kg biasanya terjadi saat bulan puasa seperti ini. untuk memastikan kondisi harga masih normal, pemantauan dilakukan.

"Seperti hari ini, Rabu (7/6/2017) dilakukan pantauan harga dan pendistribusian epiji 3 kg,” kata Imam.

Hasilnya, ada sejumlah toko yang menjual harga gas tidak sesuai HET Rp 15.500. Yakni dengan harga Rp 23 ribu-Rp 27 ribu.

Harga yang tinggi itu, di antaranya ditemukan di kawasan Desa Tergo, Kecamatan Dawe. Alasan sejumlah penjual kepada dinas, harga tinggi diberlakukan lantaran sulitnya jangkauan lokasi. Penjual gas perlu merogoh kocek tambahan agar bisa mendapatkan gas."Karena itu tadi, tak bisa dilalui mobil elpiji sehingga pemilik mengambil sendiri ke agen. Pangkalan tersebut bertempat di Desa Tergo, Dawe, yang mana akses kesana memang berkelok-kelok," ucapnya. Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler