Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Namun, persoalannya, program ini mengharuskan para siswa menabung di satu lembaga keuangan yang ditunjuk. Bukan bank, tapi koperasi yakni Koperasi Simpan Pinjam Logam Mulia Sejahtera. Koperasi itu tak lain adalah salah satu unit usaha milik Bupati Kudus Musthofa.

Informasi ini beredar bebas di kalangan masyarakat. Tentu saja, kondisi demikian membuat gelisah wali murid, serta guru.

Dikonfirmasi hal ini, Sekretaris Disdikpora Kudus Kasmudi, menuturkan pihak sekolah harus tetap melanjutkan progam menabung untuk para siswanya. Karena, progam tersebut merupakan progam yang positif, yang mana mengajarkan siswa untuk aktif menabung. Hanya, berbeda dengan sebelumnya yang diharuskan pada satu koperasi saja, kali ini sekolah dibebaskan memilih tempat penyimpanan uangnya.

"Semisal ganti koperasi atau pindah ke bank, tak masalah. Yang penting progam Gemar Menabung dapat tetap dijalankan oleh para sekolah yang terdapat di Kudus," ucapnya.

 

Bupati Kudus Musthofa saat me-launching gerakan Gemar Menabung bagi para pelajar di Car Free Day (CFD)  Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (14/5/2017) mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upayanya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dengan melek lembaga keuangan.Apalagi dengan ditunjuknya Kudus sebagai pilot project Desa Pandai OJK, semakin membuktikan bahwa Kudus layak menjadi contoh."Menabung dengan simpanan pelajar ini tujuannya yaitu melatih anak-anak untuk disiplin," kata Musthofa.Masa depan yang terbentang luas tentu saja tidak bisa dipersiapkan dengan asal-asalan. Untuk itulah pentingnya simpel ini selain melatih disiplin untuk merencanakan hidup, juga mempersiapkan untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. "Tabungan ini duitnya tidak hilang. Tapi merupakan investasi untuk masa depan anak-anak. Apalagi dengan pendidikan gratis yang saya canangkan di Kudus, tentunya simpel ini harus optimal," imbuhnya.Gerakan gemar menabung gagasan Bupati Kudus ini juga sebagai pendidikan budi pekerti bagi pelajar. Yakni mulai dari jengjang PAUD hingga SMA/SMK bahkan perguruan tinggi.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler