Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bambang Wisnubroto, Kasubid Informasi Pasar Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan progam dari kementerian untuk masyarakat luas. Termasuk di Kudus, yang mana dilaksanakan di Pondok Pesantren Huffads Roudlotul Qur'an. Karang Watu, Loram Kulon, Kecamatan Jati.

"Kegiatan ini menyasar seluruh pesantren se-Indonesia. Meski sasarannya adalah masyarakat setempat, namun lokasi pelaksanaan pasar murah ini dilaksanakan di pondok pesantren. Dan Alhamdulillah kegiatan ini sudah berjalan beberapa titik, dan akan terus dilakukan," katanya kepada wartawan.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan kerja sama antara pemerintah pusat, DPR RI, DPRD Jateng dan DPRD Kudus. Pada kesempatan ini, kegiatan juga menggandeng organisasi ke masyarakat Ansor, yang juga membantu mensukseskan kegiatan tersebut.

Dalam satu paket yang dijual, meliputi dua kilogram gula pasir, dua kilogram beras, dua liter minyak goreng, dua kilogram tepung terigu dan sebotol sirup manis. Jika dijual, semuanya seharga Rp 120 ribu. Namun oleh masyarakat, cukup menembusnya dengan harga Rp 50 ribu saja dengan jumlah paket sejumlah 500 paket.

"Ini merupakan CSR dari perusahaan Wilmar. Kami dari kementerian bekerja sama dalam hal pendistribusiannya ke sejumlah tempat, termasuk di Kudus ini," ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir anggota DPR RI Habib Ali Mahir serta DPRD Jateng Ahwan Sunandar. Ratusan paket tersebut tak butuh waktu yang lama untuk habis oleh masyarakat setempat.Abdul Rohman, pengasuh Ponpes Huffads Roudlotul Qur'an. Karang Watu, Loram Kulon, Kecamatan Jati mengaku senang karena lokasinya ketempatan bazar.   "Ini merupakan​ berkah Ramadan dan juga berkah dari para ulama dan para tokoh," katanya.Menurut dia, pondok tersebut berdiri pada 2012 lalu. Ada sekitar 250 orang santri yang laju, kemudian 20 santri yang mukim atau menetap. Dia menuturkan, bantuan dari pasar murah nantinya akan digunakan untuk pembangunan gedung. Karena, saat ini masih dalam proses pembangunan gedung pesantren disana.Sementara, anggota DPRD Jateng Ahwan Sukandar menyebutkan kalau semua hasil penjualan pasar murah diberikan kepada pondok pesantren. Mengenai pemilihan pondok, dikarenakan itu adalah pondok yang baru dan diharapkan dapat makin dikenal masyarakat. "Kalau pondok lama yang sudah banyak orang tentunya sudah terkenal. Makanya dipilih pondok baru ini agar sama-sama terkenalnya juga," ucapnya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler