PCNU Kudus Akan Sampaikan Keberatannya Soal Full Day School ke Presiden di Semarang
Faisol Hadi
Kamis, 20 Juli 2017 15:33:35
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ketua PCNU Kudus Abdul Hadi, menyatakan, pihaknya akan memenuhi undangan tersebut. "Dalam kesempatan itu, kami akan ikut menyampaikan ke pak presiden agar mempertimbangkan Full Day School,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Kamis (20/7/2017).
Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang 5 Hari Sekolah itu memang memunculkan banyak pro-kontra. Pihaknya menuturkan beberapa dampak Full Day School. Pemberlakuan full day school ditinjau dari berbagai sisi lebih banyak mengandung madlarat (bahaya) daripada mashlahatnya (manfaatnya). Dari sisi kultural, mengancam pendidikan karakter yang selama ini diajarkan di dalam madrasah diniyah. Dari sisi sarana dan prasarana masih banyak sekolah, bahkan rata-rata, belum memadai.
Dia membeberkan dampaknya, di antaranya pada kegiatan agama siswa. Seperti kegiatan hari Jumat, yang mana kesulitan dalam menjalankan ibadah sholat Jumat, karena lokasi yang terbatas. Tak hanya itu, sekolah diniyah juga akan kacau. Sekolah yang sampai sore, dipastikan mengurangi jumlah siswa di TPQ dan madrasah diniyah. Dan itu akan menggangu mereka dalam memahami agama.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



