Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Djati Solechah mengaku, sudah mendengar kabar tersebut. Bahkan, ia membenarkan ada penggembokan gerbang, baik itu gerbang depan ataupun gerbang belakang yang bersampingan dengan kantor Disdukcapil.

Kedua gerbang dikunci sekitar pukul 21.00 WIB hingga acara selesai. Hal itu dilakukan setelah mendapatkan perintah dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Nor Yasin dan juga Asisten III Mas'ut.

"Setelah ada perintah untuk menutup gerbang, akhirnya saya tindaklanjuti dengan memberi instruksi ke petugas satpol PP menutup gerbang. Gerbang ditutup hingga acara selesai sekitar pukul 23.00 WIB," katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (18/8/2017)

Djati menjelaskan, penutupan gerbang sebenarnya memiliki alasan yang baik. Satu di antaranya supaya tamu undangan dapat mengikuti kegiatan hingga selesai mengingat sakralnya acara.

Hanya, terkait tidak adanya petugas jaga, Djati langsung menolak. Ia berkilah sudah menugaskan beberapa petugas jaga. Terutama, gerbang belakang yang kondisinya rusak.
Akan tetapi petugas Satpol PP yang berjaga berada agak jauh dari gerbang. Seperti halnya untuk gerbang belakang, petugas berjaga dan memantau dari gereja. Tujuannya, supaya tak ada yang datang untuk meminta dibuka gerbang."Kalau tahu ada petugas, nanti mereka melobi untuk dibuka. Sementara, jika satu keluar, yang lain juga bisa minta keluar karena iri," jelasnya.Di sisi lain, ia mengakui kebijakan yang dilakukan itu menimbulkan kontroversi. Apalagi ada kabar beberapa tamu yang terpaksa lompat pagar karena memiliki urusan. Karena itu, ia bersikap legowo dan siap menerima masukan."Kejadian semalam memang banyak yang memberikan kritikan dan ucapan tak enak pada saya secara langsung. Semuanya saya terima. Saya berfikir ini konsekuensi dari profesi saya. Dan semua sudah saya laporan ke Pak Sekda, termasuk masukan dan keluhan tamu," imbuhnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler