Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala BPBD Kudus Bergas Catursasi Pananggungan mengatakan, kerugian masing-masing ruko ditaksir Rp 50 juta. Dengan asumsi tersebut, total kerugian mencapai Rp 600 juta.

”Ya itungan kasarnya seperti itu. Ini karena setiap ruko ada barang-barang yang ikut terbakar,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom, Jumat (1/9/2017).

Baca Juga : Pasar Piji Kudus Dilalap Si Jago Merah

Sementara, untuk penyebab kebakaran, dugaan sementara berasal dari hubungan pendek arus listrik atau korsleting listrik yang terjadi di warung makan milik Abdullah. Api yang langsung membesar merambat ke ruko satu kompleks.

Ruko yang disekat dengan triplek memudahkan api semakin cepat membesar dan menjalar. Bahkan, api yang membumbung sempat merambat ke sebagian Kantor Pasar Piji. Beruntung api bisa dijinakkan dengan mobil pemadam yang dibantu warga.”Kejadiannya memang cukup singkat. Antara pukul 15.00 hingga pukul 16.00 WIB. Akan tetapi kerugiannya cukup besar mengingat bahan bangunan yang berasal dari triplek,” ungkapnya.Atas kejadian ini, pihaknya meminta semua pedagang dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, cuaca saat ini begitu panas dan rentan dengan musibah kebakaran.”Ya, dengan kejadian ini, kami harap semua meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai kejadian nahas ini terulang kembali. Tak ada salahnya kita berjaga-jaga,” tandasnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler