Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Marsumi (55) warga Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo mengatakan, sejak sepekan lalu elpiji tiga kilogram memang sulit didapat. Untuk mendapatkan elpiji, pihaknya pun sering berburu di kecamatan-kecamatan terdekat dengan harga hingga Rp 25 ribu per tabung.

"Sudah ada sekitar satu minggu ini gas sulit didapat. Itulah kenapa operasi pasar ini langsung diserbu warga," katanya kepada MuriaNewsCom, Selasa (12/9/2017)

Saking banyaknya warga, puluhan petugas Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus dan petugas Kecamatan Mejobo sempat kewalahan mengatur warga. Beruntung, ratusan warga masih bisa diatur untuk tetap mengantre sehingga kondisi di lapangan tetap kondusif.

Meski begitu, operasi pasar yang digelar sekitar pukul 10.00 WIB langsung ludes dalam hitungan menit. Bahkan belum sampai pukul 11.00 WIB, pasokan sudah habis. Akibatnya, masih banyak warga yang tak mendapatkan elpiji.

Imam Prayitno, Kabid Fasilitasi Perdagangan dan  Perlindungan Konsumen pada dinas Perdagangan Kudus menjelaska, operasi pasar dilakuan seiring dengan keluhan masyarakat akan langkanya elpiji.
Sasarannya adalah masyarakat tidak mampu dan mengurangi keresahan masyarakat atas kelangkaan elpiji.”Hari ini ada dua kecamatan yang dilakukan operasi pasar, yaitu Mejobo dan Jekulo. Tiap kecamatan diberikan jatah 560 tabung gas atau satu LO,” jelasnya.Namun, disinggung tentang jumlah pasokan yang kurang dangan masih banyaknya masyarakat yang antre saat gas habis, dia menyebut kalau jatah yang diberikan sifatnya terbatas. Sehingga tidak bisa ditambah lagi. "Dan lagi, berapapun jumlah tabung saat OP akan kurang lantaran tiap warga memiliki lebih dari satu tabung," ungkapnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler