Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ronjikun, warga Getas Pejaten RT  7 RW 4, Kecamatan Jati, misalnya. Pria berusia 51 tahun itu biasa membeli elpiji tiga kg seharga Rp 20 ribu. Itupun, harus menunggu pada hari-hari tertentu lantaran jumlahnya sedikit. Sementara, harga saat operasi pasar kali ini hanya Rp 15.500.

”Saya berharap kegiatan operasi pasar dapat berlangsung secara rutin. Karena, hanya dengan operasi ini, kami dapat membeli gas dengan harga murah," katanya kepada MuriaNewsCom saat operasi pasar di Kecamatan Jati.

Baca Juga: Keributan Warnai Operasi Pasar Gas Elpiji 3 Kg di Jati Kudus

Menurut dia, harga Rp 20 ribu per tabung di hari-hari biasa sudah merata. Dengan harga tersebut, ia pun harus mengantre karena banyaknya permintaan.

Hanya saja, selama ini pihaknya tak tahu kalau harga di pangkalan yang ditunjuk Pertamina ataupun Pemkab harganya hanya Rp 15 ribuan.”Ya malah baru tahu sekarang ini. Biasanya harga per tabung Rp 20 ribu. Karena sudah umum, kami anggap itu harga dari pemerintah,” ungkapnya.Meski begitu, Ronjikun mengaku tak mempersoalkan harga Rp 20 ribu per tabung. Ia bahkan memaklumi adanya selisih harga di kalangan pengecer. Ia berdalih, para pengecer butuh waktu dan tenaga untuk mendapatkan elpiji.”Kalau selisih harga tak masalah. Aggap aja itu keuntungan pengecer. Yang terpenting, gas elpijinya ada dan tidak langka,” tandasnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler