Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari informasi yang dihimpun, jenazah Ahmad Yusro pertama kali ditemukan ibunya sendiri, Muslikah. Kala itu, Muslikah yang berprofesi sebagai  buruh rokok baru saja pulang kerja. Karena, tak punya firasat apapun, Muslikah masuk rumah seperti biasa.

Hanya saja, sesampainya di rumah ia kaget melihat putranya tergantung di kamar dengan televisi masih menyala. Ia pun langsung menangis histeris dan meminta tolong tetangganya.

Baca Juga: Pria Asal Tegalharjo Pati Bacok Ayah dan Ibunya dengan Golok

Suwaji (51) paman korban mengatakan, korban diperkirakan meninggal sekitar pukul 13.00 WIB. Karena, sekitar jam 14.00 WIB, dia dihubungi saudaranya kalau keponakannya yang juga rumahnya berdekatan sudah meninggal.

”Mendapat kabar itu saya langsung izin pulang. Sampai di rumah malah barengan dengan polisi. Kemudian dibantu dengan warga, jenazah kami turunkan,” katanya kepada MuriaNewsCom
Menurut dia, korban adalah anak pertama dari pasangan Muslikah dan Gunadi. Sang ibuberpofesi sebagai buruh rokok dan ayahnya merantau ke Bali. Dia tinggal bersama ketiga adiknya, yang masih duduk di bangku sekolah.Dikatakan, keponakannya melakukan aksi bunuh diri dalam sebuah kamar tidur. Saat melakukan, rumah dalam keadaan kosong, karena ibunya masih kerja dan ketiga adiknya masih sekolah."Saat menurunkan jenazah, tv masih menyala. Jadi diperkirakan meninggalnya juga belum lama. Selain itu, tubuhnya juga belum terlalu kaku," ungkap dia.Dijelaskan, bahwa keponakan dia merupakan sosok yang pendiam dan tertutup. Sehingga tak tahu apa yang menyebabkan sampai nekat bunuh diri. Pihaknya juga kaget, diketahui kalau sehari  sebelumnya masih bekerja di bordir komputer di Desa Padurenan Gebog.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler