Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Siam (72) panitia kegiatan mengatakan, pelaksanaan kirab Luwur Sunan Kedu dimulai dari kantor Balaidesa Gribig. Kemudian, luwur beserta arak arakan dibawa ke Makam Sunan Kedu dengan menempuh jarak hingga  2,5 kilometer dengan cara berjalan kaki.

"Kegiatan semacam ini sudah berlangsung tiap tahun. Kirab semacam ini juga menjadi hal yang dinanti masyarakat setempat," katanya kepada MuriaNewsCom saat kirab.

Menurut dia, dalam perayaan tahun ini, diukuti ribuan warga. Jumlah warga yang ikut terdiri dari tokoh masyarakat, muslimat, dan juga para pelajar di Desa Gribig.

Hardi Cahyana, Pembina Makam Sunan Kedu mengungkapkan, kegiatan kirab secara besar baru berlangsung selama tiga tahun ini. Sebelumnya, pelaksanaan buka luwur dilakukan dengan sederhana. 

"Beliau merupakan cikal bakal di sini. Selain itu, beliau asli dari Temanggung dan seorang petani tebu yang nyantri ke Kanjeng Sunan Kudus," ungkapnya.Lokasi makam yang digunakan untuk buka luwur, kata Hardi, merupakan asli makam Sunan Kedu.Sebelumnya Habib Luthfi pernah hadir dan menyatakan kalau itu merupakan makam Sunan Kedu. Dengan melaksanakan kirab, harapan dari pengurus nantinya generasi muda akan tetap mengingat para leluhur.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler