Memilukan, Siswa MI Mafatihul Ulum Kudus Harus Lewati Dua Bilah Bambu untuk Sampai ke Sekolah
Faisol Hadi
Selasa, 10 Oktober 2017 12:15:08
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Jembatan tersebut, hanya terbuat dari dua buah dilah bambu yang memanjang sekitar 10 meter di atas Kali Gelis. Untuk menyeberang, para siswa harus bergantian sambil berpegangan sebilah bambuyang digunakan untuk pembatas.
Baca Juga: Bayar PSK Cantik dengan Uang Palsu, Lelaki Hidung Belang di Blora Ini Dicokok Polisi
Adi Ardian (10), siswa yang turut menyebrang mengaku terpaksa menggunakan medan yang ekstrim tersebut. Karena, jalur tersebut jauh lebih cepat sampai sekolah ketimbang jalur yang normal.
"Kalau memutar melewati Jembatan Ploso. Itu memakan jarak yang jauh mencapai satu kilometer. Jadi lebih lama sampai sekolah," katanya kepada MuriaNewsCom
Menurut dia, dengan menyebrangi sungai membuat para siswa lebih cepat sampai. Karena, rumahnya yang berada di Desa Sunggingan seberang sungai, sedang sekolahnya terdapat seberangnya lagi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



