Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Afrodhi (51) saksi sekaligus korban perampokan mengatakan, ia bersama istri baru saja mengambil perhiasan yang sempat digadaikan di pegadaian pekan lalu. Apesnya, semua perhiasan sekaligus tabungan matinya tersebut diambil semua tanpa sisa, beserta surat-surat berharga.

”Perhiasan itu baru kami tebus dari pegadaian. Semua diambil tanpa sisa,” katanya.

Baca: Disabet Senjata Tajam, Istri Korban Perampokan di Bae Kudus Terima 20 Jahitan di Kepala

Ia menjelaskan, rampok tersebut mengambil semua perhiasan setelah melakukan penganiayaan. Ia dan istri dipaksa menunjukkan semua tempat penyimpanan barang berharga.

”Meski sempat melakukan perlawanan, tapi sia-sia. Baik saya dan istri semua kena pukul. Akhirnya istri saya menunjukkan tempat penyimpanan barang-barang berharga,” tegasnya.

Baca: Warga Bae Kudus Ini Coba Lawan Gerombolan Rampok, Namun Begini Akhirnya

Afrodhi menceritakan, saat perampok masuk, dia dan istrinya sedang tidur terlelap. Ia baru sadar rumahnya dimasuki rampok saat terbangun melihat mengetahui lampu rumahnya menyala. Padahal sebelum tidur lampu itu sudah dimatikan.”Saya kaget melihat rumah sudah terang. Kemudian saya ke luar melihat keadaan, ternyata sudah ada segerombolan orang yang masuk ke dalam kamar saya,” katanya.Mengetahui ada orang tak dikenal masuk rumah, ia mencoba memberikan perlawanan. Namun dengan jumlah perampok yang lebih banyak, dia tak kuasa melawannya sendiri meskipun berada dalam rumahnya.”Perampok berjumlah empat orang, jadi saya tak bisa melawannya sendirian. Keempatnya menggunakan penutup kepala,” ujarnya.Dia menyebutkan, kawanan perampok tersebut beraksi cukup lama di rumahnya. Perampokan tersebut menggasak sejumlah perhiasan milik pasangan suami istri dan uang senilai jutaan rupiah.”Pelaku masuk lewat pintu jendela depan rumah dengan cara mencongkelnya. Karena saat saya cek sudah rusak,” imbuhnyaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler