Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, dari hasil pemeriksaan, selain tiga pelaku, masih ada empat pelaku lain yang berperan dalam pembobolan tersebut. Ironisnya, keempat pelaku tersebut juga masih di bawah umur.

”Total ada tujuh orang. Saat ini empat pelaku lainya masih dalam pencarian,” katanya kepada awak media di Mapolres Kudus, Rabu (22/11/2017).

Baca: Kepergok Warga, Aksi Tiga Bocah Bobol SD di Dawe Berakhir di Kantor Polisi

Menurut dia, dalam menjalankan aksi, pelaku memang mengincar sekolah sebagai sasarannya. Tujuannya, mengambil barang yang cepat dijual. Nahas, aksi mereka kepergok warga saat membobol SD 1 Margorejo.
Dikatakan, dua dari tiga tersangka sebenarnya sudah bisa ditahan berdasarkan barang bukti dan pemeriksaan. Namun, mereka tidak ditahan karena masih di bawah umur.”Satu di antaranya masih sangat muda, sehingga tak ditahan. Tapi, proses tetap berlanjut,” ujarnya.Seperti diberitakan sebelumnya, tiga bocah sudah membobol SD 1 Margorejo, Dawe. Ketiganya adalah ADE (15) MW (15) dan AK (14). Ketiganya merupakan warga Desa Karangmalang, Gebog. Ketiganya datang bersama khusus membobol SD dan berniat menguras barang berharga di dalamnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler