Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Jamak diketahui jika Kerajaan Champa ini berada di Vietnam, sehingga ada anggapan jika penduduk Champa merupakan berasal dari etnis China ataupun India. Terlebih Champa ini dulu juga masuk wilayah kekuasaan Kekaisaran Tingkok.

Namun pendapat lain muncul dari buku berjudul ”Champa Kerajaan Kuno di Vietnam” yang ditulis Erlangga Ibrahim dan Syahrizal Budi Putranto. Buku ini mengulas asal-usul warga Champa justru berasal dari Pulau Jawa.

Dalam bedah buku “Champa” di Gedung Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), Jumat (1/12/2017) penulis memaparkan pendapatnya menganai asal-usul warga Champa.

Syahrizal mengungkapkan, ia telah melakukan penelitian di Vietnam untuk mencari jejak asal-usul warga asli Champa. Dari hasil penelitian itu ia menemukan jika asal-usul warga Champa berasal dari Jawa.

"Champa sebenarnya kerajaan kuno di Vietnam. Dulu kerajaan tersebut sempat menguasai, sebelum akhirnya tergerus karena perang dengan Vietnam. Dan kini, suku Champa tersebar di sejumlah wilayah, termasuk di Vietnam," katanya.

Menurut dia, ketertarikan meneliti lebih jauh soal Champa, adalah kaitannya dengan suku yang ada di Indonesia, yaitu Melayu. Setelah ditelusuri, dia yakin kalau Champa berasal dari Jawa, yang melakukan perjalanan ke sana hingga kemudahan membentuk sebuah kerajaan.Bukti yang diangkat, adalah dari warna kulitnya yang sama dengan Jawa, yaitu sawo matang. Sedang penduduk Vietnam non-Champa, memiliki kulit yang lebih putih karena keturunan China.Bukti lain yang kuat, kata dia, adalah dari cara berbicara. Bahasa yang dipakai sangat mirip dengan bahasa Melayu. Termasuk dengan kebiasaannya. "Sayangnya kami tak menemukan bukti peninggalan lainya seperti bangunan kuno yang asli. Karena, saat peperangan, semua peninggalan dihancurleburkan sehingga tak ada yang tersisa," ujarnya.Dalam penelitiannya, juga menemukan hubungan Champa dengan Islam di Indonesia. Karena, Sunan Ampel yang merupakan satu dari Wali Songo, merupakan keturunan Champa. Yang mana bapaknya Ibrahim Al Ghazi Samarkand dan Dewi Candrawulan (Champa).Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler