Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua P3A Sumber Makmur, Kamelan mengatakan, kualitas gabat hasil panen raya saat ini sangat bagus. Tercatat, per ubinan dengan ukuran 2,4 x 2,5 meter sejumlah 5,6 kilogram. Dan per hektare, mampu diperoleh padi Gabah Kering Panen (GKP) sejumlah 8,9 ton.

"Padahal, rata-rata sebelumnya untuk tiap hektare hanya kisaran 7-8 ton saja. Dan kini dapat melebihi," katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (11/1/2018).

Baca: Ribuan Petani Jakenan Kidul Pati Penen Raya

Selain jumlah yang besar, kata dia, harga padi kini juga menggembirakan. Persatu kwintal padi, dibandrol dengan harga Rp 520 ribu bingga Rp 540 ribuan. Jumlah tersebut termasuk tinggi, lantaran biasanya diangka Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribuan saja.Sementara, biaya semai padi hingga panen per hektare berkisar Rp 9 jutaan. Hanya saja jumlah tersebut belum termasuk sewa lahan. Meski begitu, tiap satu hektare sawah berhasil mendapat penghasilan kotor hingga Rp 40 jutaan.Melihat fakta itu, ia menilai, panen lebih cepat ketimbang petani lainya sangat menguntungkan. Karena, saat panen bersamaan bakal memiliki stok banyak dan mempengaruhi harga padi yang lebih murah.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler