Tak Pakai Vaksin Pemerintah, DKK Kudus Minta RS Mardi Rahayu Uji Lab Vaksinnya
Faisol Hadi
Selasa, 19 Juli 2016 16:12:21
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Seperti halnya di RS Mardi Rahayu. Melihat hal itu, DKK meminta pihak rumah sakit untuk melakukan uji laborat kepada semua jenis vaksin yang dimiliki.
"Jumlah vaksin di bawah 10, semuanya ambil bukan dari pemerintah, makanya harus dilakukan uji lab agar jelas hasilnya," kata Kepala DKK Dokter Maryata kepada MuriaNewsCom.
Menurutnya, jauh sebelum vaksin palsu ramai, DKK sudah melakukan kunjungan ke berbagai rumah sakit. Sepeti halnya ke Mardi Rahayu. Oleh DKK, Mardi Rahayu diberikan masukan untuk membeli lemari pendingin yang buka ke atas untuk menyimpan vaksin. Hanya oleh pihak rumah sakit dinilai tidak setuju lantaran mahalnya biaya.
"Biaya menyimpan vaksin memang mahal. Namun itulah yang benar seharusnya," ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



