Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Buah tersebut mudah sekali ditemukan di kawasan pegunungan Muria. Tengok saja, saat berziarah di makan Sunan Muria di Kudus. Peziarah akan menemui sejumlah pedagang yang menjajakan buah parijoto di kompleks wisata religi itu.

Saat dimakan,  buahnya terasa asam yang bercampur dengan sepet. Buah ini dipercaya jika dimakan ibu hamil, anak yang dilahirkan bisa berwajah tampan atau cantik dengan kulit putih dan halus.

Hal inilah yang dikatakan Ketua Paguyuban Masyarakaat Pelindung Hutan (PMPH) Pegunungan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Muhamad Sokib Garno Sunarno.

Dia  mengatakan, buah dengan warna ungu kemerah-merahan saat matang itu dijual dengan harga berkisar Rp 15.000-Rp 20.000 per kg.

"Buah ini adalah peninggalan Sunan Muria, jadi masyarakat banyak yang mempercayai hal tersebut. Bukan hanya wilayah sini saja, namun juga wilayah lainnya. Bahkan masyarakat saat ziarah banyak yang membeli," ungkapnya.

Pihaknya sendiri kurang tahu persis kabar tersebut. Hanya, masyarakat sangat mempercayai hal tersebut. Selain itu, parijoto juga dipercaya mampu membuat ibu yang belum hamil, bisa segera mengandung.

"Bagi pasangan yang belum memiliki anak bisa mencoba memakan ini. Sebab dengan memakannya, dipercaya dapat segera mempunyai momongan," ujarnya.Buah itu, merupakan tanaman yang tumbuh di lereng-lereng pegunugan dan di hutan yang berada di ketinggian 800-2.300 meter di atas permukaan laut. Di Pegunungan Muria Kudus, parijoto banyak tumbuh di ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut."Kalau jadwal panen tidak ada tidak ada waktu tertentu, kapan pun bisa lantaran buah ini dapat dipanen setiap saat," jelasnya.Menurutnya, parijoto merupakan satu di antara tanaman yang membawa dirinya meraih Kalpataru 2016 pada kategori Pembina Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dia bakal menerima penghargaan tersebut di Siak, Riau dari Presiden Joko Widodo.Editor : Akrom Hazami  

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler