Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Seribu siswa yang menulis, hanya mereka yang duduk di bangku MTs dan MA saja. Sedangkan untuk yang masih di bangku MI, belum diikutkan menulis Alquran.

Abdul Halil, panitia kegiatan mengungkapkan kalau pihaknya ingin para santri berbuat aktif, bukan pasif. Sehingga cara yang dipilih bukanlah membaca, melainkan menulis.

"Kalau membaca sudah umum, dan itu juga pasif. Untuk itulah dilakukan kegiatan menulis, agar siswa menjadi aktif. Sebab kita lakukan tindakan," katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, seribu santri tersebut menulis lafal Alquran secara serentak. Langkah itu, dipertegas dengan cara mempertegas bahwa santi bisa mandiri.

Karya para santri itu, kata dia, akan menjadi milik madrasah dan menjadi kado bagi madrasah yang berusia 100 tahun. Mushaf tersebut, akan disimpan pihak yayasan.
"Langkah itu, juga sebagai langkah deklarasi santri mandiri. Sebab, kalau yang hanya bicara berupa deklarasi sudah banyak. Yang sedikit itu yang melakukan," ungkapnya di lokasi Jalan KHR Asnawi.Dalam menulis, para santri memiliki khas, yaitu menggunakan ikat kepala dan mengenakan baju putih serta memakai sarung.Editor : Akrom Hazami  

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler