Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MuriaNewsCom, Kudus - Tidak semua warga Kudus menolak adanya kendaraan besar atau truk yang masuk sudut perkotaan. Hanya, tidak selamanya truk boleh melintas, melainkan di waktu tertentu saja
Seperti diungkapkan Indah, warga Kecamatan Kota. Dia tidak keberatan kalau truk masuk kota. Sebab dia menilai mungkin jalur itu lebih cepat dan banyak pula toko yang membutuhkan stok barang partai besar.
"Tidak masalah, namun ya pada tengah malam saja. Sebab kalau pagi pasti memenuhi jalan saja. Sebaliknya kalau malam sepi. Di atas jam 11 malam," katanya kepada MuriaNewsCom, Selasa (2/8/2016).
Secara pribadi, dia tidak keberatan jika ada yang truk masuk kawasan kota pada tengah malam. Keadaan jalan yang longgar, dinilai tidak mengganggu pengguna jalan yang lain.
"Paling yang terganggu kawasan tepi jalan raya. Sebab, suara yang ditimbulkan pasti bising. Terlebih saat klakson yang dihidupkan," imbuhnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Truk melintas di salah satu sudut kota di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)[/caption]
MuriaNewsCom, Kudus - Tidak semua warga Kudus menolak adanya kendaraan besar atau truk yang masuk sudut perkotaan. Hanya, tidak selamanya truk boleh melintas, melainkan di waktu tertentu saja
Seperti diungkapkan Indah, warga Kecamatan Kota. Dia tidak keberatan kalau truk masuk kota. Sebab dia menilai mungkin jalur itu lebih cepat dan banyak pula toko yang membutuhkan stok barang partai besar.
"Tidak masalah, namun ya pada tengah malam saja. Sebab kalau pagi pasti memenuhi jalan saja. Sebaliknya kalau malam sepi. Di atas jam 11 malam," katanya kepada MuriaNewsCom, Selasa (2/8/2016).
Secara pribadi, dia tidak keberatan jika ada yang truk masuk kawasan kota pada tengah malam. Keadaan jalan yang longgar, dinilai tidak mengganggu pengguna jalan yang lain.
"Paling yang terganggu kawasan tepi jalan raya. Sebab, suara yang ditimbulkan pasti bising. Terlebih saat klakson yang dihidupkan," imbuhnya.
Namun, dia tidak bisa ditoleransi kalau siang hari sampai ada truk yang masuk kota. Sebab bagaimanapun keadaanya pasti menganggu masyarkat, khusunya pengguna jalan umum.