Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Perwakilan PT Helson Anhui Indonesia, selaku pihak pabrikan lampu tenaga matahari dan tengaga angin, Quirinto mengatakan, Kudus merupakan daerah yang berpotensi untuk ditetapkan jadi model percontohan. Sebab selain alamnya mendukung, pemerintahan juga dianggap pro dengan lingkungan.

"Itulah mengapa kami memilih Kudus sebagai lokasi pertama di Indonesia. Soalnya semua aspeknya mendukung untuk menggunakan," lata Quirinto kepada MuriaNewsCom, Sabtu (27/8/2016).

Menurutnya, empat unit lampu yang sudah ada itu telah terpasang. Tapi pemerintah setempat meminta dua tambahan lagi, untuk dipasang di sudut Alun-alun Kudus lainnya.

Lampu tersebut, kata dia, merupakan teknologi dari Tiongkok. Di negara asalnya, lampu tersebut sudah mulai banyak digunakan oleh masyarakat. Hasilnya memuaskan, karena lampu bisa menyala hingga lima tahun ke depan."Kalau di Indonesia tergolong baru, dan Kudus dapat kesempatan pertama dengan teknologi yang canggih ini," ungkapnya.Karena teknologi baru,maka teknisi awal juga dari Tiongkok. Termasuk pemasangannya juga. Ke depan, pekerja Indonesialah yang akan memasangnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News