Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Rido Haryanto, Aster Perhutani DKPH Purwodadi Penganten, mengatakan pihaknya menanam ribuan pohon di area pegunungan, setiap tahunnnya. Selang beberapa lama, Perhutani mengecek pertumbuhan pohon. Hasilnya, Perhutani malah menemukan sebagian besar pohon itu mati.

"Paling beberapa saja yang masih hidup. Sedangkan yang mati itu lebih banyak, karena ada yang menyemprotkan obat agar tanaman mati," katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (8/9/2016).

Perhutani menyatakan kondisi tersebut sudah berlangsung beberapa kali. Bahkan, mereka selalu menemukan pepohonan yang mati karena obat, setiap kali memantau. Perhutani juga menemukan banyak aksi pencurian kayu. Tidak heran jika pegunungan tersebut kini memprihatinkan.
"Kami kesulitan dalam mengawasinya karena petugas yang hanya berjumlah belasan. Kami berharap ada pihak masyarakat yang juga ikut dalam menjaganya," ungkapnya.Di kawasan itu, nantinya akan dibangun pula lapangan tembak dan Perang Semesta. Rido yakin keberadaan lapangan tembak akan menurunkan tingkat pencurian kayu dan pemusnahan pepohonan. Dia berharap pegunungan Kendeng akan ditumbuhi pohon keras lagi. Setidaknya wilayah Desa Wonosoco bisa terhindar dari adanya banjir tahunan.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler