Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Solikah (40), warga Desa Singocandi, Kota mengatakan, warga sulit memperoleh elpiji 3 kg. Mereka juga kerap menemukan elpiji tapi harganya melambung, yaitu Rp 21 ribu per tabung. Dia menganggap jika Operasi Pasar amat membantu warga. "Biasanya itu tiap Selasa ada, tapi sudah dua pekan ini sulitnya bukan main. Dan kebetulan gas juga sudah mulai habis, jadi bisa langsung isi," katanya.

Warga rela berdesakan untuk mendapatkan elpiji 3 kg. Mereka khawatir tak kebagian elpiji. Mengingat stok yang disediakan hanya 560 tabung. Ditambah lagi, harganya pun di bawah pasaran yakni Rp 15.500 per tabung. Sejumlah polisi berjaga-jaga untuk menghindari aksi berlebihan warga di lokasi. Beberapa petugas Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar juga ikut mengamankan jalannya operasi.
Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Dagsar Kudus Tedi H mengungkapkan Operasi Pasar akan dilakukan tiap hari. Sasarannya adalah masyarakat tidak mampu. Pihaknya ingin mengurangi keresahan masyarakat atas kelangkaan elpiji. "Satu kecamatan satu hari,  tiap kecamatan juga kami batasi dengan 560 tabung elpiji," kata Tedi di lokasi.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler