Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 tadi, para peziarah harus terhenti. Pintu makam baru dibuka sekitar pukul 09.30 WIB. Peziarah baru dipersilakan masuk setelah semua prosesi dilaksanakan.

Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Nadjib Hasan mengatakan, penjamasan tidak bisa dinikmati masyarakat umum. "Proses penjamasan keris yang dikenal dengan nama keris Kiai Cinthaka  yang hadir juga bukan karena diundang," kata Ketua YM3SK Nadjib Hasan kepada MuriaNewsCom.

Meski demikian, pihaknya tetap mempersilakan masyarakat yang ingin menyaksikan proses penjamasan keris Sunan Kudus tersebut. Hanya, lantaran sifatnya sakral maka suasana tenang harus dilakukan.Seperti tiap tahun, kegiatan ritual tahun ini dilakukan setelah hari Tasyrik, yang dipusatkan di bangunan Tajug depan pintu masuk kompleks makam Sunan Kudus. "Kalau tidak Senin ya Pasti hari Kamis. Dan pelaksanaan dipastikan usai hari Tasyrik," jelasnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler