Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Perwakilan Djarum Kudus,  Purnomo Nugroho mengatakan, selama ini perusahaanya lebih banyak menggunakan tembakau lokal. Meskipun kadar tar dan nikotin lebih tinggi. Perusahaan menggunakan jenis tembakau lokal dengan porsi yang lebih banyak.

"Kalau persentase tidak tahu persis. Namun yang jelas kami banyak menggunakan tembakau lokal ketimbang menggunakan tembakau impor," katanya kepada MuriaNewsCom.

Soal kadar nikotin dan tar, kata dia, memang tinggi. Namun itulah yang terjadi pada struktur tanah dan hasil pertanian di Kudus. Selain itu, faktor cuaca juga sangat mempengaruhi kadar tar dan nikotin dalam hasil tembakau yang dipanen.
Dia menambahkan, jumlah karyawan Sigaret Kretek Tangan (SKT) di sana sekitar 55 ribu karyawan. Dalam produksi sehari, rata - rata mampu memproduksi sekitar 200 ribu batang rokok. Sistem yang digunakan, adalah sistem borong.Dia mengatakan kalau selama ini apa yang ada di industri rokok menjadi sumber pemasukan yang tinggi bagi negara. Sehingga kebijakan pemerintah pusat sangat menentukan keberlangsungan perusahaan rokok. "Saya yakin, nanti rombongan dari Mabes TNI akan memberikan masukan kepada Presiden dari hasil kunjungannya,” imbuhnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler