Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Peringatan tahun baru ini, digelar dengan menampilkan Kirab Tebokan, Minggu (2/10/2016). Ini adalah acara tahunan dari desa tersebut, yang dilaksanakan sebagai salah satu wujud rasa syukur menyambut tahun baru.

Bejo, seorang warga Kaliputu mengutarakan, Kirab Tebokan memang selalu digelar atau berlangsung secara rutin. Kirab tersebut digagas sebagai rasa syukur dalam menghadapi tahun baru Islam.

”Sudah dari dulu seperti ini. Sejak pendahulu kita. Jadi kita tidak berani untuk merubahnya. Dan hingga kini tiap Satu Suro pasti menggelar kegiatan semacam ini,” kata Bejo, kepada MuriaNewsCom.

Kegiatan yang sudah berlangsung lama tersebut, sengaja dibuat berbeda. Setidaknya selama beberapa tahun terakhir, selalu diramaikan berbagai hiburan lain, bahkan dikonsep semakin besar dari tahun sebelumnya.

Dia mengatakan, tahun baru Islam dipilih bukanlah tanpa sebab. Sebab selain sudah menjadi rutinitas, hari itu juga menjadi awal tahun. Dan diharapkan selama setahun ke depan, rejeki masyarakat di Kaliputu tetap lancar. ”Bahkan semakin banyak,” jelasnya.Bejo mengatakan, dalam kegiatan kirab yang dilakukan selama ini, juga merupakan bentuk sedekah dari warga di sana. Yakni antara satu warga dengan warga lainnya, saling membagikan jajanannya. Hal itu juga menunjukkan tali silahturrahmi erat di antara warga.”Seperti tahun sebelumnya, tahun ini juga sangat banyak penonton. Bahkan masyarakat juga mempersiapkan secara khusus untuk memeriahkan kirab ini,” ungkapnya.Kirab sendiri, memang dilakukan di jalur Desa Kaliputu, tepatnya di Jalan Sosrokartono. Untuk beberapa saat, jalan itu ditutup bagi kendaraan yang melaluinya, karena digunakan peserta pawai.Editor: Merie

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler