Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Felisa Eva (9) misalnya, dia mengaku tidak pernah sekalipun makan keripik tersebut. Namun sesaat setelah makan keripik di jam istirahat, dia mengalami pusing hingga mual. Badannya pun terasa sakit semua.

"Setelah makan kok rasanya pusing. Malahan teman-teman ada yang sampai muntah setelah bebebepa saat makan keripik pare itu," katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dia kapok mengonsumsi keripik pare. Karena selain rasanya tidak disukai, dampaknya juga sangat membahayakan sampai membuatnya beserta temannya keracunan.
Sementara, Anny Fatmawati, dokter yang menangani di Puskesmas Tanjungrejo, mengatakan, pihaknya masih belum mengambil langkah jauh. Pihak Puskemas baru memberikan obat mual dan mengidentifikasi racun. Sementara untuk antibiotik masih belum diberikan hingga kini."Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, namun sejauh ini kondisinya sudah mulai membaik. Tapi untuk memastikan pemeriksaan akan tetap dilakukan lebih lanjut," ungkapnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler