Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu diungkapkan ibu korban Eni Yuliarsih (33). Ditemui di depan ruang NICU PICU RSUD dr Loekmono Hadi, mengatakan, anaknya masih terbaring lemas di ruang perawatan yang intensif.

"Kejadiannya Senin lalu, saat itu sekitar jam 14.00 WIB saya pulang kerja dari perusahaan rokok. Kemudian saudara ada yang bilang kalau anak saya mengalami luka, tertembak senapan angin," katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, anak kedua dari tiga saudara itu tertembak saudaranya sendiri yang masih SMP. Masalah itu sudah diselesaikan dengan sistem kekeluargaan.

Dia menjelaskan, anaknya terkena peluru pada bagian pinggang kanan bagian bawah. Parahnya lagi, peluru menembus hingga bersarang di bagian perut depan. Akibat hal itu, perut anaknya harus dibedah untuk mendapatkan pertolongan dengan membuang peluru.

Meski anaknya mengalami luka tembak, namun dia hingga kini masih belum mengetahui kronologi detailnya. Sebab pascatertembak, anaknya langsung lemas dan susah dimintai keterangan.
"Anak saya mengaku dingin dan ngantuk, jadi saya takut kalau sampai terjadi apa-apa, jadi lebih baik keselamatan anak saya dulu yang lebih utama," ujarnya.Hanya, berdasarkan cerita yang diperoleh, anaknya beserta temannya sedang mengikuti saudaranya yang sedang menyetrum ikan dan menembak burung. Senapanyang digunakan juga bisa dilipat sehingga dimungkinkan tertembak dengan tidak sengaja saat sedang memompa senapan."Saat itu katanya anak saya bersama tiga temannya. Tapi yang terkena tembakan adalah anak saya  saja. Beruntung kondisinya dapat tertolong," imbuhnya.Dia menjelaskan, sebelum dilarikan ke RSUD, keluarganya sempat membawanya ke beberapa tempat pengobatan. Pertama di klinik yang berada tidak jauh dari lokasi,. Kemudian dibawa ke Puskesmas Mayong, dan dirujuk ke RS PKU Mayong. Karena terkendala alat, RS  PKU Mayong merujuk korban agar dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler