Program Dokter Layanan Primer, IDI Kudus : Jadi Pemicu Konflik dengan Dokter Spesialis
Faisol Hadi
Senin, 24 Oktober 2016 19:00:17
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua IDI Kudus Dokter Hikari. Menurutnya, kabar yang beredar adalah dengan adanya status setelah lulus, seorang dokter DLP akan sama dengan spesialis.
"Ini kan jelas berbeda. Dokter spesialis membutuhkan waktu hingga empat tahun untuk menambah ilmunya, sementara DLP Hanya dua tahun saja," katanya kepada MuriaNewsCom.
Menurutnya, meski itu bar dugaan, namun segala sesuatu harus diantisipasi. Selain itu, semuanya ada tingkatan mulai dokter umum hingga dokter spesialis.
"Kalau sakit jangan langsung ke dokter spesialis sebab banyak penyakit yang bisa diselesaikan di dokter umum. Selain itu, Pasti lebih mahal karena obatnya berbeda," jelasnya
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



