Akses Keuangan Daerah Dipercepat, Tim Kudus Pandai Dilantik
Faisol Hadi
Jumat, 28 Oktober 2016 20:12:52
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
M Ihsanuddin, Ketua Regional 3 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng DIY saat pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mengatakan, tim yang beranggotakan pejabat Pemkab Kudus dan praktisi industri jasa keuangan di Kudus ini memiliki tugas memberikan edukasi ke masyarakat, termasuk para siswa mengenai perencanaan keuangan yang baik.
“Industri jasa keuangan yang ada di daerah, di antaranya perbankan, asuransi, pegadaian serta berbagai industri keuangan lainnya, terus didorong agar tumbuh dengan baik. Sehingga nantinya mampu memberikan kontribusi pada perekonomian daerah,” kata Ihsanuddin di lokasi.
OJK menilai Kudus memiliki literasi keuangan yang baik. Baik itu pengetahuan masyarakat maupun kondisi industri keuangan yang sehat. Sehingga Kudus ini layak menjadi kabupaten percontohan. Baik di level provinsi bahkan di level Nasional.
“Indonesia baru mencapai 21 persen. Bahkan di Jawa Tengah masih di bawah nasional. Yaitu 19 persen. Inilah yang menjadi tantangan di Kudus. Termasuk tantangan TPAKD yang bukan hanya seremonial. Tetapi segera menetapkan program nyata,” ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



