Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


M Ihsanuddin, Ketua Regional 3 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng DIY saat pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mengatakan, tim yang beranggotakan pejabat Pemkab Kudus dan praktisi industri jasa keuangan di Kudus ini memiliki tugas memberikan edukasi ke masyarakat, termasuk para siswa mengenai perencanaan keuangan yang baik.

“Industri jasa keuangan yang ada di daerah, di antaranya perbankan, asuransi, pegadaian serta berbagai industri keuangan lainnya, terus didorong agar tumbuh dengan baik. Sehingga nantinya mampu memberikan kontribusi pada perekonomian daerah,” kata Ihsanuddin di lokasi.

OJK menilai Kudus memiliki literasi keuangan yang baik. Baik itu pengetahuan masyarakat maupun kondisi industri keuangan yang sehat. Sehingga Kudus ini layak menjadi kabupaten percontohan. Baik di level provinsi bahkan di level Nasional.

“Indonesia baru mencapai 21 persen. Bahkan di Jawa Tengah masih di bawah nasional. Yaitu 19 persen. Inilah yang menjadi tantangan di Kudus. Termasuk tantangan TPAKD yang bukan hanya seremonial. Tetapi segera menetapkan program nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Musthofa berharap nanti masyarakat Kudus bisa melek keuangan dengan jumlah 60 atau 70 persen. Untuk itu banyak upaya yang dilakukan, seperti  pola pikir dan memberikan edukasi ke masyarakat pelaku UMKM. Yaitu dengan pemberian Kredit Usaha Produktif (KUP).Adanya Desa Pandai OJK ini merupakan gagasan bagus. Dirinya berharap, kerangka besar Desa Pandai bisa menyejahterakan masyarakat. Salah satunya menjadikan masyarakat Kudus melek lembaga keuangan.Dia menambahkan, Desa Pandai ini meliputi banyak indikator. Secara umum mengarah pada hidup berencana dengan cermat mempersiapkan masa depan.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler