Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Seperti dikeluhkan Isrok. Menurut warga Mejobo itu, kawasan kota memiliki tarif parkir yang mahal. Hal itu membuatnya was-was saat hendak parkir di wilayah perkotaan.

"Malahan di kawasan pasar Kliwon. Parkirnya tidak mau meski dikasih Rp 1 ribu. Mereka meminta parkir Rp 2 ribu untuk sepeda motor yang parkir di sana," katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kondisi parkir yang mahal juga dialami saat kegiatan CFD. Parkir di kawasan Simpang Tujuh mencapai Rp 3 ribu. Hal itu lantaran dianggap momen yang jarang sehingga tarif naik.

Selain itu, banyak jukir yang juga tidak mau mengambil kendaraan parkir yang tertutup kendaraan lain. Hal itu membuat warga semakin kesulitan mengambil kendaraan miliknya.

"Sebenarnya kalau membayar Rp 1 ribu tidak masalah. Yang penting pelayanan juga harus bagus dan mau melayani masyarakat," ujarnya.

Sementara, Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiharto menegaskan jika jukir tidak mau melayani lebih baik tidak usah dikasih uang parkir. Apalagi melihat kondisi tarif parkir yang tinggi.

"Kalau perlu meminta karcisnya. Kalau masih semacam itu maka laporkan saja ke polisi atau tidak usah membayar. Tidak akan  terjadi apa-apa dengan tidak membayar," ujarnya.Untuk tahun depan, diagendakan pengelolaan parkir dengan pihak ketiga untuk parkir umum. Hal itu untuk mengejar target parkir umum atau parkir tepi jalan yang tiap tahun tidak tercapai.Sedangkan parkir khusus di Pasar Kliwon akan diusulkan  adanya portal untuk masuk gedung parkir. Dengan demikian maka tiap masuk akan membayar sesuai dengan aturan. Hal itu selain mengejar target juga dilakukan untuk sesuai aturan pembayaran tarif parkir.Berdasarkan data, untuk  2016, target naik target Rp 1,04 miliar, dan hingga bulan lalu,  realisasi mencapai sekitar Rp 200 juta. Target yang banyak itu, juga termasuk dalam parkir pasar dan sektor pariwisata.Di  2014 lalu, target yang diberikan sejumlah Rp 270 juta dengan  realisasi Rp 239 juta (88%). Sedangkan pada  2015 target yang diberikan Rp 395 juta dan realisasi Rp 293 juta (89%).Sementara untuk parkir khusus juga mengalami kenaikan. Pada  2014 target Rp 727 juta realisasi Rp 685 juta (95%), pada 2015  Rp 2.125 miliar dan bisa terealisasi Rp 992 juta (49%). Sedangkan 2016 target 3.147 miliar dan hingga Juli, mencapai Rp 530 juta.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler