Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Warga Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, digegerkan dengan temuan mayat bersimbah darah di Asrama Undip di Telukawur Jepara, Rabu (7/4/2021). Diketahui, jenazah laki-laki itu bernama Budi (45), warga RT 4/RW 2 Desa Langon, Kecamatan Tahunan, Jepara.

Berdasarkan keterangan saksi, Sajidin dan Koirun, yang kebetulan pagi tadi berada di Asrama Undip, mengaku mencium aroma tak sedap dari area tersebut. Kemudian mereka mencari dari mana sumber aroma itu.

“Setelah saya cari-cari, ternyata ada mayat tergeletak di sebelah selatan gedung C Asrama Undip. Sekitar pukul 06.00 WIB,” kata Sajidin.

Setelah mendapati mayat dalam kondisi tengkurap itu, Sajidin kemudian melaporkannya kepada pihak berwajib.

Tak lama berselang, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara datang untuk mengevakuasi jenazah. Sekitar pukul 09.00 WIB jenazah dibawa ke RSUD RA Kartini Jepara.

Sementara itu, Zuriyanto, salah satu anggota keluarga jenazah, menyatakan sebelumnya jenazah memang sudah lama tidak pulang ke rumah. Bahkan sudah terbiasa tidur di tempat-tempat umum.
Sementara itu, Zuriyanto, salah satu anggota keluarga jenazah, menyatakan sebelumnya jenazah memang sudah lama tidak pulang ke rumah. Bahkan sudah terbiasa tidur di tempat-tempat umum.“Sudah lama tak pulang memang. Kadang tidur di tempat-tempat umum,” jelas dia.Setelah dilakukan evakuasi di RSUD RA Kartini, pihak BPBD Jepara memprediksi jenazah sudah meninggal sejak tiga hari lalu.Setelah diperiksa, ternyata darah itu keluar dari hidung. Serta tidak ditemukan luka-luka bekas kekerasan atau tindakan yang disengaja lainnya. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler