Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Beberapa waktu lalu, Bupati Jepara menolak impor beras. Namun, pada kenyataannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyadari masih lemah dalam mengelola produksi beras dalam daerah.

Tiap tahun, produksi gabah di Jepara selalu surplus. Gabah hasil panen petani itu dijual ke luar kota, terutama ke Kabupaten Demak. Namun, ketika gabah itu sudah diolah menjadi beras, akan dijual lagi ke Jepara.

“Diakui atau tidak, ini kelemahan kita. Mestinya gabah dan beras dari petani Jepara dijual-belikan kepada masyarakat Jepara sendiri,” kata Heru Sutamaji, Kasubag Sumber Daya Alam (SDA) Setda Jepara, Sabtu (17/4/2021).

Ia menyebut, berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara, pada tahun 2019, produksi beras di Jepara mencapai 149,438 ton. Dengan tingkat kebutuhan beras mencapai 115, 556 ton. Atau surplus produksi sebanyak 33,883 ton beras.

Sedangkan, pada tahun 2020 lalu, Kabupaten Jepara mampu memproduksi beras sebanyak 163,221 ton. Dengan kebutuhan konsumsi masyarakat 118,835 ton. Ini mengakibatkan kondisi surplus sebanyak 44,384 ton beras.
Sedangkan, pada tahun 2020 lalu, Kabupaten Jepara mampu memproduksi beras sebanyak 163,221 ton. Dengan kebutuhan konsumsi masyarakat 118,835 ton. Ini mengakibatkan kondisi surplus sebanyak 44,384 ton beras.“Kalau soal beras, sebenarnya kita surplus besar. Tinggal memaksimalkan pengelolaannya saja,” ujarnya.Tahun ini, DKPP Jepara mencatat terdapat 1.400 hektare area sawah yang gagal panen. Hal itu disebabkan sawah diterjang banjir pada musim hujan lalu. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler