Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Tanggal 21 April nanti, Kabupaten Jepara memperingati hari kelahiran RA Kartini ke- 142. Namun, lantaran masih dalam kondisi pandemi, perayaan yang biasanya ramai kini ditiadakan.

Biasanya, perayaan kelahiran tokoh perempuan yang menjadi salah satu identitas Kabupaten Jepara itu, dihelat dengan meriah. Di kalangan pejabat Jepara sendiri, biasanya diadakan resepsi di Pendapa RA Kartini.

Sedangkan, di kalangan pelajar dan masyarakat, perayaan biasanya diwarnai dengan festival sederhana dengan mengenakan pakaian kebaya dan baju adat Jawa.

Hesti Nugroho, Ketua PKK Jepara sekaligus istri Bupati Jepara menyatakan, tahun ini tidak ada perhelatan dalam memperingati kelahiran RA Kartini. Sebab, pihaknya tidak mau mengambil risiko jika angka Covid-19 di Jepara naik lagi.

“Kita merayakannya dengan sederhana saja. Jangan dipaksakan buat acara ramai-ramai,” kata Hesti.

Untuk tetap memeringati Hari Kartini, Hesti berencana merayakannya dengan mengunjungi perempuan-perempuan Jepara yang memiliki kebutuhan khusus. Seperti di Desa Mayong, Ngabul, Bugel, Pekalongan, dan yayasan yang menaungi para penyandang disabilitas di Bumi Kartini.
Untuk tetap memeringati Hari Kartini, Hesti berencana merayakannya dengan mengunjungi perempuan-perempuan Jepara yang memiliki kebutuhan khusus. Seperti di Desa Mayong, Ngabul, Bugel, Pekalongan, dan yayasan yang menaungi para penyandang disabilitas di Bumi Kartini.Tentang keteladanan, Hesti mengajak para perempuan Jepara bisa mempelajari laku hidup RA Kartini. Terutama tidak berpangku tangan dan menyerah pada keadaan. Bagi dia, perempuan-perempuan Jepara telah memiliki jiwa keberanian tinggi.“Salah satu keteladanan dari Ibu Kartini, yang sangat saya pegang, adalah tentang keberaniannya menghadapi keadaan hidup. Kita (perempuan) mesti berani ambil peran di masyarakat. Biar jangan laki-laki saja yang mendominasi,” tutur Hesti yang juga menjadi anggota DPRD Jepara ini.  Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler