Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Penyebaran narkotika di Bumi Kartini semakin memprihatinkan. Bahkan, kini penyebarannya sudah menyasar generasi milenial dan masyarakat di desa-desa di Kabupaten Jepara.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Benny Gunawan, Rabu (28/4/2021). Pihaknya menyebutkan, tren penyebaran narkotika di Jepara sudah menyasar warga usia 30 tahun ke bawah atau generasi milenial.

“Sekarang yang disasar malah kaum milinel dengan usia di bawah 30 tahun,” katanya.

Ia menilai, penyebab mudahnya generasi milineal terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika, adalah karena banyak dari mereka yang stres. Bisa jadi karena mereka kehilangan pekerjaan.

Sehingga mereka mencari pelampiasan dengan mencoba-coba memakai narkotika namun ketagihan.

Bukan hanya generasi milenial, lanjut Benny, pengedar narkoba juga menyasar masyarakat di desa-desa. Itu terbukti dari penangkapan jaringan pengedar yang sedang bertransaksi di Benteng Portugis bulan Maret lalu.

“Sasarannya masyarakat desa yang jauh dari kota. Terutama mereka yang tidak begitu paham dengan narkotika,” ujar Benny.

Baca: 101 Gram Sabu Senilai Rp 1,3 Miliar Gagal Diedarkan di Jepara, Dua Pelaku Disergap BNN JatengDitanya terkait modus pengedaran, Benny mengungkapkan bahwa pengedar narkoba di Jepara biasanya hanya menjadi kurir. Mereka disuruh oleh pengendali yang berada di dalam atau luar Jepara.Benny menambahkan, jumlah pengedar yang terus bertambah tidak lepas dari situasi pandemi Covid-19 yang tak berkesudahan. Pihaknya menilai, para pengedar tersebut ingin mendapatkan uang dengan gampang.“Di situasi pandemi seperti ini, menjadi kurir narkoba dianggap mata pencaharian yang instan. Mereka ingin dapat uang cepat. Tidak terlalu capek-capek jadi kurir,” terang Benny. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntohahttps://www.youtube.com/watch?v=ojf-fzy2ZQM

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler