Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mengunjungi Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. Dari kunjungan itu, pihak kementerian melihat ada peluang besar bagi generasi milenial untuk ikut andil membangkitkan ekonomi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan, generasi milenial mesti kreatif dan inovatif. Dalam kesempatan itu, dirinya bertemu dengan puluhan milenial dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang sedang belajar budi daya ikan.

Salah satu yang istimewa dari belajar mereka adalah membudidayakan ikan dan udang dengan menerapkan teknologi mutakhir. Selama beberapa bulan, mereka belajar dalam program tambak udang milineal (milenial shrimp farming).

“Saya yakin milenial memiliki kreativitas tinggi. Sehingga mereka dapat berkontribusi melalui riset-riset ilmiah. Salah satunya menciptakan pakan alternatif,” jelas Trenggono.

Sementara itu, Kepala BBPBAP Jepara Sugeng Raharjo menyampaikan, terdapat beberapa inovasi yang telah dilakukan di tambak milenial Jepara.
Sementara itu, Kepala BBPBAP Jepara Sugeng Raharjo menyampaikan, terdapat beberapa inovasi yang telah dilakukan di tambak milenial Jepara.Pihaknya menyebutkan, terdapat 29 buah kolam berdiameter 20 meter di area balai. Tambak-tambak ini bahkan sudah berhasil panen, di mana panen parsial pertama dilakukan awal bulan ini. Hasilnya mencapai empat ton udang vaname.“Di antarannya, kolam tambak milenial didesain dengan sistem otomatis, mulai dari pemberian dengan sistem automatic feeder, alat kincir yang bisa dikontrol dari jauh, pemantauan kualitas air juga telah menggunakan alat sehingga bisa dikontrol dari jauh, serta pengamatan kolam juga sudah menggunakan CCTV,” ungkapnya. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler