Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Kabupaten Jepara diprediksi akan minim. Kebijakan larangan mudik Lebaran tahun ini menjadi penyebab utama persoalan tersebut.

Dodi Iskandar, Sekertaris Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Jepara bahkan memprediksi tingkat okupansi hotel di Jepara tak sampai 50 persen. “Penyebabnya, ya, akibat adanya kebijakan larangan mudik ini,” kata Dodi, Selasa (4/5/2021).

Ia mengungkapkan, kondisi okupansi tahun ini tak beranjak dari tahun lalu. Karena kondisinya masih sama-sama pandemi. Tahun lalu, tingkat okupansi tidak sampai 50 persen.

Jika melihat momentum-momentum libur Lebaran sebelum pandemi, lanjut Dodi, tingkat okupansi hotel bahkan sudah penuh sebelum Lebaran. Orang-orang memesan kamar jauh hari sebelum lebaran. Terutama hotel yang lokasinya di dekat pantai.

Kendati demikian, Dodi tetap menggantungkan berharap kebijakan pembukaan objek wisata pada musim libur Lebaran dapat mendongkrak tingkat hunian kamar hotel. Meskipun, peningkatannya tidak signifikan.

Untuk menghadapi pembukaan pariwisata, Dodi menambahkan, sejumlah hotel di Bumi Kartini telah mengantongi sertifikat clean, health, safety, dan environment (CHSE). Yaitu, penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung dan semua karyawan hotel.“Kalau di hotel kami, sertifikat itu sudah kami peroleh sejak September tahun lalu,” pungkas Dodi.  Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler