Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Pesta Lomban atau Kupatan bagi warga Jepara dijadikan sebagai salah satu hari untuk berlibur bersama keluarga dan teman. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menegaskan untuk menutup seluruh objek wisata yang ada.

Biasanya, setiap kali Kupatan, seluruh tempat wisata mulai dari pantai, perkebunan, sampai pegunungan selalu dipadati wisatawan. Tidak hanya dari dalam kota, wisatawan juga datang dari berbagai daerah lain.

Melalui Surat Edaran Bernomor 556/915 tentang Penutupan Objek Wisata, Sekda Jepara Edy Sujatmiko, menegaskan bahwa sikap pemerintah tetap akan menutup semua objek wisata saat Kupatan pada Kamis (20/5/2021).

“Seluruh wisata baik yang dikelola pemerintah, swasta, maupun desa atau masyarakat untuk ditutup pada hari-H Lomban (kupatan, red),” kata Edy, Selasa (18/5/2021).

Untuk itu, Edy mengimbau kepada seluruh camat agar berkoordinasi dengan jajarannya agar menutup seluruh objek wisata.

Terpisah, Kabid Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Nur Zuhruf, mengatakan jumlah wisatawan yang berlibur selama libur Lebaran ini tidak banyak.

Salah satu penyebabnya yaitu pembatasan wisatawan yang hanya 30 persen, dan perintah penutupan wisata maksimal pukul 15.00 WIB.“Tempat wisata yang dikelola pemda sepi. Dari yang saya pantau, yang masuk ke objek-objek wisata itu pelat nomornya rata-rata lokal,” jelas dia.Penutupan objek wisata itu, imbuh Zuhruf, merupakan upaya pemerintah dalam menekan angka kasus Covid-19. Mengingat Kota Ukir belum bisa lepas dari pandemi ini.  Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler