Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Meskipun pemerintah telah melakukan penutupan objek wisata di Kabupaten Jepara, ternyata masih ada yang masih bisa lolos berwisata, Kamis, (20/5/2021). Bahkan, tak sedikit wisatawan yang berhasil masuk ke Pulau Panjang.

Dari pantauan MURIANEWS, perahu-perahu wisata masih beroperasi mengangkut penumpang dari daratan Jepara menuju Pulau Panjang. Hal itu membuat Polair Jepara memaksa mereka untuk kembali ke darat.

Belasan perahu wisata dan nonwisata terpantau mengangkut penumpang. Mereka kelabakan saat mendengar sirine perahu Polair mendekat.

Satu per satu perahu didekati Polair untuk menghalau agar tak ada perahu yang berhasil sampai di Pulau Panjang.

Sempat terjadi adu mulut antara petugas dan penumpang serta pengemudi perahu. Mereka mengaku warga Kelurahan Ujungbatu, yang memang paling dekat dengan Pulau Panjang. Namun, petugas tetap menghalau mereka dan memaksanya untuk kembali pulang.

Kasatpolair Polres Jepara AKP Lukman Fuadi mengatakan, perahu-perahu yang dihalau sandar di dermaga Pulau Panjang lantaran pada Pesta Lomban tahun ini seluruh objek wisata ditutup. Selain itu, kapal yang digunakan untuk mengangkut wisatawan tidak sesuai dengan peruntukannya.“Kalau kapal-kapal wisata hasil pantauan kami tidak beroperasi. Ini yang mengangkut wisatawan kapal-kapal nelayan, jadi tidak untuk peruntukannya maka kami minta untuk kembali,” jelas Lukman.Selain alasan pandemi, patroli tersebut juga dilakukan untuk mencegah kecelakaan di wilayah perairan. Mengingat, kapal-kapal nelayan yang digunakan untuk mengangkut wisatawan tidak disertai alat keselamatan seperti pelampung.Tidak hanya di Pulau Panjang, penyisiran perahu wisata juga dilakukan sampai ke Pantai Bandengan. Dari pantauan, ternyata masih ada wisatawan yang bermain di bibir Pantai Bandengan. Tepatnya di Kampung Prau. Padahal, akses pintu masuk ke lokasi itu dijaga ketat oleh polisi.Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler