Perayaan Waisak di Bumi Kartini Dilaksanakan Sangat Sederhana
Faqih Mansur Hidayat
Selasa, 25 Mei 2021 15:55:15
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jepara - Umat Buddha di Kabupaten Jepara tetap merayakan Hari Raya Waisak 2565 BE. Namun, perayaannya dilaksanakan sangat terbatas dan sederhana.
Suwarni, salah satu umat Buddha di Desa Kunir, Kecamatan Keling, mengatakan saat ini sebagian umat sudah mengawali prosesi peribadatan. Yaitu ritual adat yang dilaksanakan di rumah masing-masing.
“Kami tetap melaksanakan ibadah. Tapi sangat terbatas,” kata Suwarni, Selasa (25/5/2021).
Malam nanti, lanjut dia, umat Buddha akan melaksanakan ibadah bersama di vihara setempat. Tidak seperti sebelum adanya pandemi, ibadah malam nanti hanya akan dilaksanakan maksimal tiga jam. Mulai dari pukul 19.00-22.00 WIB.
“Biasanya sampai semalam suntuk. Tapi kali ini hanya sampai jam sepuluh malam saja,” ujarnya.
Suwarni menyebutkan, di Desa Kunir ada dua vihara. Jumlah seluruh umat Buddha di sana ada 314 orang. Biasanya, mereka merayakan Waisak di Candi Borobudur.
Ia mengatakan, ada beberapa prosesi ibadah yang ditiadakan karena pandemi. Seperti menghilangkan prosesi arak-arakan, meditasi, dan perhelatan pentas seni dan baca mantra.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Umat Buddha di Desa Kunir Kecamatan Keling, Jepara, tengah beribadah. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)[/caption]
MURIANEWS, Jepara - Umat Buddha di Kabupaten Jepara tetap merayakan Hari Raya Waisak 2565 BE. Namun, perayaannya dilaksanakan sangat terbatas dan sederhana.
Suwarni, salah satu umat Buddha di Desa Kunir, Kecamatan Keling, mengatakan saat ini sebagian umat sudah mengawali prosesi peribadatan. Yaitu ritual adat yang dilaksanakan di rumah masing-masing.
“Kami tetap melaksanakan ibadah. Tapi sangat terbatas,” kata Suwarni, Selasa (25/5/2021).
Malam nanti, lanjut dia, umat Buddha akan melaksanakan ibadah bersama di vihara setempat. Tidak seperti sebelum adanya pandemi, ibadah malam nanti hanya akan dilaksanakan maksimal tiga jam. Mulai dari pukul 19.00-22.00 WIB.
“Biasanya sampai semalam suntuk. Tapi kali ini hanya sampai jam sepuluh malam saja,” ujarnya.
Suwarni menyebutkan, di Desa Kunir ada dua vihara. Jumlah seluruh umat Buddha di sana ada 314 orang. Biasanya, mereka merayakan Waisak di Candi Borobudur.
Ia mengatakan, ada beberapa prosesi ibadah yang ditiadakan karena pandemi. Seperti menghilangkan prosesi arak-arakan, meditasi, dan perhelatan pentas seni dan baca mantra.
“Biasanya ada arak-arakan dari vihara satu menuju ke vihara yang satunya. Tapi sudah dua tahun ini tidak ada,” terangnya.
Pada perayaan Waisak kali ini, ujar Suwarni, pesan yang disampaikan adalah Bangkit Bersama untuk Indonesia Maju.
Ditanya terkait vaksinasi bagi umat Buddha, Suwarni menyebut baru 50 orang yang divaksin. Itupun warga lanjut usia (lansia).
“Baru sedikit (vaksinasi, red). Baru 50-an orang. Masuk bulan puasa kemarin vaksinasi di sini berhenti,” pungkasnya.
Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha