Berbatasan Langsung dengan Kudus yang Covid-19 Melejit, Nalumsari Jepara Perketat Wilayah
Faqih Mansur Hidayat
Sabtu, 5 Juni 2021 12:40:16
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jepara - Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus masih belum bisa dikendalikan penyebarannya. Kondisi itu mengharuskan Kabupaten Jepara, sebagai tetangga, mengambil tindakan antisipasi.
Pasca dibebaskannya RT 02/RW 04 Dukuh Gandu, Desa Nalumsari, Kecamatan Nalumsari, Jepara dari lockdown, pihak Satgas Covid-19 kecamatan setempat tidak mengendurkan pengendalian virus. Melainkan justru lebih memperketat pengendalian.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Puskesmas Nalumsari I, Nur Sahid, Sabtu (5/6/2021). “Memang sudah tidak ada lockdown (Dukuh Gandu, red), tapi kita tetap mengantisipasi kemungkinan penambahan kasus,” katanya.
Sahid beralasan, letak Kecamatan Nalumsari yang berbatasan langsung dengan Kudus menjadikan kekhawatiran tersendiri. Untuk itu, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nalumsari tetap mewaspadainya. Salah satunya yaitu dengan memperketat pelaksanaan protokol kesehatan.
Sahid tidak menampik bahwa salah satu penyumbang penyebaran Covid 19 di Nalumsari adalah dari Kudus. Itu terbukti dari adanya orang-orang yang terpapar berasal dari buruh yang bekerja di Kudus, meskipun ada beberapa lainnya yang bekerja di Jepara.
Pihaknya menyebut, sampai saat ini kasus aktif Covid-19 jumlahnya masih sebanyak 67 orang. Mereka tersebar di 15 desa di Kecamatan Nalumsari. Dua orang di antaranya kini dirawat di RSUD Rehatta Kelet Jepara.
“Sudah empat hari ini dirujuk ke RSUD Rehatta. Mereka terpantau kondisinya sehat,” terang Sahid.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi (Pixabay)[/caption]
MURIANEWS, Jepara - Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus masih belum bisa dikendalikan penyebarannya. Kondisi itu mengharuskan Kabupaten Jepara, sebagai tetangga, mengambil tindakan antisipasi.
Pasca dibebaskannya RT 02/RW 04 Dukuh Gandu, Desa Nalumsari, Kecamatan Nalumsari, Jepara dari lockdown, pihak Satgas Covid-19 kecamatan setempat tidak mengendurkan pengendalian virus. Melainkan justru lebih memperketat pengendalian.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Puskesmas Nalumsari I, Nur Sahid, Sabtu (5/6/2021). “Memang sudah tidak ada lockdown (Dukuh Gandu, red), tapi kita tetap mengantisipasi kemungkinan penambahan kasus,” katanya.
Sahid beralasan, letak Kecamatan Nalumsari yang berbatasan langsung dengan Kudus menjadikan kekhawatiran tersendiri. Untuk itu, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nalumsari tetap mewaspadainya. Salah satunya yaitu dengan memperketat pelaksanaan protokol kesehatan.
Sahid tidak menampik bahwa salah satu penyumbang penyebaran Covid 19 di Nalumsari adalah dari Kudus. Itu terbukti dari adanya orang-orang yang terpapar berasal dari buruh yang bekerja di Kudus, meskipun ada beberapa lainnya yang bekerja di Jepara.
Pihaknya menyebut, sampai saat ini kasus aktif Covid-19 jumlahnya masih sebanyak 67 orang. Mereka tersebar di 15 desa di Kecamatan Nalumsari. Dua orang di antaranya kini dirawat di RSUD Rehatta Kelet Jepara.
“Sudah empat hari ini dirujuk ke RSUD Rehatta. Mereka terpantau kondisinya sehat,” terang Sahid.
Beberapa hari lalu, kata dia, terdapat beberapa orang yang sebelumnya dirawat di rumah sakit di Kudus. Mereka diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah pulih.
Baca: