Kolaborasi dengan Bule, Pemuda di Jepara Bersihkan Sampah di Pantai
Faqih Mansur Hidayat
Senin, 7 Juni 2021 11:01:28
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jepara - Persoalan sampah di banyak pantai di Jepara masih belum sepenuhnya diselesaikan. Keadaan ini membuat dua warga asing dan sejumlah pemuda Kota Ukir bergerak mengurangi penyebaran sampah itu.
Dua bule tersebut yakni Melina Tsapos asal Swedia dan Nutika dari Romania. Dengan menggandeng Panti Carita, kegiatan bersih pantai tersebut dinamai Community Action Against Wast. Panti Cerita sendiri adalah salah satu Panti Asuhan di Jepara.
Brelyantika Indra Jesa mas, founder Panti Cerita, menjelaskan bahwa dirinya diajak kedua bule itu berkolaborasi untuk menjaga lingkungan. Kedua bule tersebut kebetulan sedang menemani suaminya yang bertugas di Jepara.
“Mereka tinggal di apartemen di Tegal Sambi. Tepatnya di depan laut. Dia merasa sedih karena Pantai Teluk Awur yang mestinya bisa dinikmati keindahannya, justru kotor dengan sampah-sampah yang dibuang sembarangan,” kata Tika, Senin (7/6/2021).
Melihat realitas itu, mulai Minggu kemarin, bersama sepuluh pemuda Jepara, mereka memunguti sampah yang berserakan di bibir Pantai Teluk Awur. Kebanyakan sampah yang dipungut yaitu plastik, sedotan, popok bekas bayi, dan lainnya yang sulit terurai alam.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Bule asal Romania dan Swedia bersama Panti Cerita membersihkan sampah di Pantai Teluk Awur, Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)[/caption]
MURIANEWS, Jepara - Persoalan sampah di banyak pantai di Jepara masih belum sepenuhnya diselesaikan. Keadaan ini membuat dua warga asing dan sejumlah pemuda Kota Ukir bergerak mengurangi penyebaran sampah itu.
Dua bule tersebut yakni Melina Tsapos asal Swedia dan Nutika dari Romania. Dengan menggandeng Panti Carita, kegiatan bersih pantai tersebut dinamai Community Action Against Wast. Panti Cerita sendiri adalah salah satu Panti Asuhan di Jepara.
Brelyantika Indra Jesa mas, founder Panti Cerita, menjelaskan bahwa dirinya diajak kedua bule itu berkolaborasi untuk menjaga lingkungan. Kedua bule tersebut kebetulan sedang menemani suaminya yang bertugas di Jepara.
“Mereka tinggal di apartemen di Tegal Sambi. Tepatnya di depan laut. Dia merasa sedih karena Pantai Teluk Awur yang mestinya bisa dinikmati keindahannya, justru kotor dengan sampah-sampah yang dibuang sembarangan,” kata Tika, Senin (7/6/2021).
Melihat realitas itu, mulai Minggu kemarin, bersama sepuluh pemuda Jepara, mereka memunguti sampah yang berserakan di bibir Pantai Teluk Awur. Kebanyakan sampah yang dipungut yaitu plastik, sedotan, popok bekas bayi, dan lainnya yang sulit terurai alam.
“Masih banyak banget sampahnya. Bahkan sebulan pun enggak akan cukup untuk membersihkannya,” ucap Tika.
Tidak hanya membersihkan sampah, lanjut Tika, gerakan tersebut juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Terutama warga Jepara yang notabene penduduk asli. Rencananya, gerakan bersih pantai itu akan terus dilakukan paling tidak seminggu sekali pada akhir pekan.
Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha