Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi pascalebaran Idulfitri di Kabupaten Jepara menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, penyebarannya yang begitu cepat diduga merupakan varian baru Covid-19.

Diketahui, dalam kurun waktu sepekan terakhir, lonjakan kasus harian yang tercatat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara paling sedikit 100 kasus baru. Atau positivity rate-nya masih di atas 30 persen.

Oleh Wakil Direktur Pelayanan Umum RSUD RA Kartini Bambang Dwipo S, virus yang menyebar pada gelombang pascalebaran ini diduga varian baru. Varian tersebut ditengarai sama dengan virus yang menghantam Kudus.

Bambang menjelaskan, dugaan varian baru tersebut dianalisa dari segi kecepatan dalam proses penyebarannya. Pihaknya menilai, kecepatannya melebihi Covid-19 yang menyebar pada gelombang tahun lalu.

“Dari kecepatan memaparnya ke lingkungan, kayaknya sifatnya varian baru. Cuma buktinya (penelitian-red) belum ada,” kata Bambang Sabtu (12/6/2021).

Pihaknya menegaskan bahwa analisa tersebut masih berupa dugaan. Sebab, untuk mengetahui apakah itu varian baru atau tidak, harus dilakukan penelitian khusus. Sedangkan, sampai sekarang belum ada penelitiannya.
Pihaknya menegaskan bahwa analisa tersebut masih berupa dugaan. Sebab, untuk mengetahui apakah itu varian baru atau tidak, harus dilakukan penelitian khusus. Sedangkan, sampai sekarang belum ada penelitiannya.Di sisi lain, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang memiliki kewenangan untuk melakukan penelitian, belum mengintruksikan untuk dilakukan penelitian.Dibanding menunggu intruksi penelitian itu, Bambang lebih memilih untuk fokus dalam menangani orang-orang yang terpapar Covid-19. Mengingat, saat ini pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di RSUD RA Kartini sangat banyak.“Penelitiannya tidak gampang. Kemungkinan sama dengan Kudus. Tapi Kudus pun belum menemukan (varian baru-red). Intinya sekarang kalau ada kasus kita langsung tangani,” pungkas Bambang. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler