Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Pada pertengahan Juni ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara telah mengajukan permintaan mobil  laboratorium tes polymerase chain reaction (PCR). Namun, sampai sekarang mobil itu tak kunjung tiba di Bumi Kartini.

Diketahui, saat ini antrean sampel dari tes PCR sangat panjang. Butuh waktu lebih dari sepekan untuk mengetahui hasilnya. Kondisi ini membuat proses tracing menjadi sangat lambat.

Diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara Muh Ali, menyatakan bahwa mobil laboratorium PCR sangat dibutuhkan di Jepara.

Harapannya, hasil tes bisa diketahui lebih cepat dan tak ada lagi penumpukan sampel. Saat ini antrean pembacaan hasil tracing hingga 2.000 lebih. Sementara, kemampuan tes PCR di Kota Ukir dalam sehari maksimal 400 sampel.

“Sampai sekarang belum datang (mobil laboratorium PCR, red). Surat pengajuan sudah sampai (di Pemerintah Provinsi, red),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara Mudrikatun, Selasa (29/6/2021).

Baca: Sampel Swab Menumpuk, Jepara Minta Bantuan Mobil Laboratorium PCR
Baca: Sampel Swab Menumpuk, Jepara Minta Bantuan Mobil Laboratorium PCRIa menyebut, rumah sakit di Jepara hanya mampu melaksanakan empat kali running sampel PCR. Dalam sekali running, sampel yang bisa diteliti hanya sebanyak 94 buah.Beberapa hari lalu, lanjut Mudrikatun, pihak rumah sakit bahkan meminta tenaga analis kepada DKK Jepara. Sebab, nakes yang bertugas sedang menjalani isolasi mandiri.“Yang memeriksa (sampel PCR, red) isolasi mandiri. Karena berat (pekerjaannya, red). Dua jam mungkin sudah kelelahan (kalau di ruang analisa sampel PCR, red),” imbuh Mudrikatun. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler