Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Dalam beberapa hari terakhir, warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara diributkan dengan munculnya macan tutul dan kawanan kera dari Gunung Muria. Hewan-hewan liar tersebut terkadang mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Petinggi Desa Tempur, Maryono menyebut, dalam sepekan ini setidaknya ada tiga peristiwa turunnya macan tutul di dataran tertinggi Kota Ukir itu.

Pertama, pada Minggu (10/7/2021) mulai pukul 24.00 WIB. Macan tutul menyerang di kandang ternak milik Mustofa, warga  RT1/RW 6 Dukuh Duplak, Desa Tempur. Hewan ternak yang dimangsa yakni dua ekor bebek dan dua ekor ayam.

Kemudian, pada 12 Juli 2021, kandang milik Aziz di RT 2/RW 6 Dukuh Duplak, kandang ternaknya diserang macan tutul. Sekitar pukul 22.30 WIB, seekor bebek dan tiga ekor ayam raib dimangsa.

Selang dua hari (14/7/2021), sekitar pukul 01.30 WIB, kandang ternak milik Wagisan RT 3/RW 6 Dukuh Duplak juga disatroni macan tutul. Tiga ekor bebek ludes diterkam.

“Saat ini BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam, red) baru investigasi,” terang Maryono, Jumat (16/7/2021).

Sementara itu, salah satu warga Dukuh Duplak yang tidak mau disebutkan namanya, mengaku bahwa macan memang sering turun beberapa kali. Bahkan tidak hanya di pekan ini, beberapa warga pun sudah sempat melihat dua kali macan itu.

“Dua kali warga melihat anak macan dan macan (besar, red) berkeliaran di kebun warga. Anak-anaknya kecil kaya kucing. Mungkin sedang mencarikan pakan buat anaknya,” katanya.Dirinya mengatakan, justu yang kini mengganggu warga adalah ratusan kera yang turun ke perkebunan warga pada akhir-akhir ini. Kera-kera itu meresahkan warga karena merusak tanaman seperti jagung, pisang, dan jahe.Namun, sampai sekarang warga belum tahu pasti dari mana datangnya ratusan kera itu. Padahal, sebelumnya tidak pernah ada kera yang mendekat ke perkebunan warga Desa Tempur.“Justru kera (yang meresahkan, red). Kalau macan malah enggak ganggu warga. Mungkin ini musim gateni (merawat, red) anak. Terus ada ayam yang diambil. Cuma, tiap malam macan itu memang keliling Dukuh Duplak. Istilahnya jaga desa, menowo (mungkin, red) gitu,” ujar dia.Dengan dampak yang ditimbulkan adanya ratusan kera itu, masyarakat meminta kepada BKSDA dan Perhutani untuk mengatasinya. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler