Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Ada yang menarik di Desa Guwosobokerto, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Yaitu hotel kerbau. Lima ratus lebih kerbau menginap di kandang-kandang dalam satu tempat yang lokasinya tak jauh dari sungai itu.

Kerbau-kerbau terlihat keluar dari “kamar”-nya masing-masing. Beberapa orang menggiring dengan memecut pelan. Orang-orang itu menggiring kerbau menuju sungai yang hanya berjarak beberapa meter dari kandang.

Jelang tengah hari, menjadi jadwal kerbau-kerbau untuk berendam di sungai. Setelah satu jam berendam, kerbau-kerbau digiring untuk kembali ke kamarnya masing-masing.

Tempat ini dinamai hotel kerbau lantaran karena banyak pembeli yang kemudian menitipkan kerbau-kerbau mereka di kandang-kandang tersebut.

Markisan (60), salah satu pemilik kerbau, mengatakan hotel kerbau merupakan tempat dikandangnya kebau-kerbau milik warga sekitar. Warga sengaja merawatnya dalam satu tempat supaya memudahkan dalam pengawasan, dan tidak menggangu warga.

Selain itu juga lebih dekat dengan sungai, di mana hewan ini suka berendam di air. Setidaknya ada enam puluh kandang kerbau di tempat itu. lebih dari lima ratus kerbau hidup dan diternak di sana.

Jelang Iduladha seperti saat ini, hotel kerbau itu ramai dituju orang yang akan berkurban. Jauh-jauh hari sebelum penyembelihan, mereka sudah banyak yang datang.

Kebanyakan, para pembeli tidak langsung membawa pulang kerbau yang sudah dibeli. Melainkan dititipkan di hotel kerbau itu. Menitipkan kerbau ini tentu tidak gratis, karena harus ada biaya untuk perawatan dan pakan.
Kebanyakan, para pembeli tidak langsung membawa pulang kerbau yang sudah dibeli. Melainkan dititipkan di hotel kerbau itu. Menitipkan kerbau ini tentu tidak gratis, karena harus ada biaya untuk perawatan dan pakan.“Ada yang sebulan (dititipkan, red). Ada juga yang hanya beberapa hari. Kalau sebulan biayanya Rp 1 juta,” kata Masrikan, Sabtu (17/7/2021).Selama menginap di hotel, pakan mereka dijamin oleh penjual. Masrikan dan semua pemilik kerbau bertanggung jawab merawat kerbau sampai nanti diambil pembeli.Mendekati Iduladha seperti sekarang, peternak menjual kerbaunya dengan selisih Rp 2 juta lebih mahal dari harga di hari-hari biasa. Harga kerbau bermacam-macam, tergantung usia dan bobot.Tidak hanya dari Jepara, pembeli juga datang dari berbagai kota. Yang terdekat seperti Demak, dan Kudus.“Alhamdulillah pembeli masih banyak. Kalau harga, saya naikkan Rp 2 juta dari biasanya,” imbuhnya. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler