Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Penyebaran Covid-19 yang sempat menggila pada Juni lalu sempat membuat kekhawatrian tersendiri bagi masyarakat Jepara. Beruntung, pada pekan terakhir bulan ini angka kasusnya terus menurun sampai Sabtu (24/7/2021) hari ini tinggal 532 kasus aktif.

Diketahui, bulan lalu memang cuaca di Kota Ukir tidak menentu. Ketika siang hari matahari begitu terik, tiba-tiba saja hujan turun.

Suhu pada malam hari juga lebih dingin dari biasanya. Akibatnya, banyak warga jatuh sakit dengan gejala mirip. Seperti meriang, flu, batuk dan lainnya.

Kondisi tersebut berimbas pada peningkatan kasus Covid-19. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jepara Muh Ali mengakui jika musim pancaroba itu turut menyumbang banyaknya kasus baru.

“Kemarin (kasus covid-19, red) tinggi karena cuacanya panas. Pancaroba, sehingga gampang sekali penularannya. Secara umum saat ini angka kesakitan turun banyak,” ujar Muh Ali, Sabtu (24/7/2021).

Selain karena musim pancaroba sudah usai, Muh Ali juga meyakini bahwa penurunan kasus Covid-19 yang bahkan sampai 60 persen itu, lantaran efek dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Salah satu hal yang terlihat dari keberhasilan PPKM Darurat, menurut Muh Ali, adalah tingkat kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan. “Mobilitas berkurang, terus kesadaran memakai masker juga meningkat,” kata Muh Ali.Meski kasus Covid-19 menurun, pihaknya tetap gencar melakukan tracing dan testing. Terutama bagi yang kontak erat dengan pasien Covid-19.Pihaknya menyebut, Pemkab Jepara menargetkan 1.250 testing dalam sepekan. Disebutkan, hasil testing yang dilakukan tempo hari, diketahui dari 98 sampel yang diperiksa, sebanyak 21 sampel dinyatakan positif covid-19. Sementara dari 882 tes antigen, hasilya delapan positif Covid-19.“Kemarin sehari saja (testing) PCR 98, rapid antigen 882. Karena Jepara ini Level 3 bisa menggunakan antigen karena lebih cepat. Jadi tracing dan testing tetap dilakukan dan tidak dikurangi, bahkan melebihi target,” terang Muh Ali. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler