Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara mendalami kasus penemuan mayat perempuan di kamar kos di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong Jepara. Polisi menemukan percakapan antara korban dengan pacarnya di aplikasi WhatsApp (WA) ponsel korban.

Polisi pun langsung bergerak cepat dengan memeriksa para saksi. Termasuk meminta keterangan pacar korban.

Diberitakan sebelumnya, RSY (20), warga Desa Puncel, Kecamatan Dukuhsekti, Kabupaten Pati, ditemukan tak bernyawa bersimbah darah di kamar kos. Jenazah juga ditemukan dalam kondisi setengah telanjang.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Fakhrur Rozi menyatakan, polisi menemukan percakapan antara korban dengan pacarnya melalui WA. Pihaknya pun sudah meminta keterangan pacarnya malam tadi.

Diketahui, sang pacar merupakan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah bekerja di Jepara.

“Sesuai percakapan WhatsApp-nya tanggal 23 Juli itu, dia sudah pendarahan. Usia kandungan sekitar enam atau tujuh bulan. Intinya memberi tahu bahwa dia itu perutnya sakit, berdarah. Mau melahirkan,” terang AKP Rozi, Senin (26/7/2021) pagi.

Baca: Perempuan Hamil Ditemukan Meninggal Telanjang dan Bersimbah Darah di Kamar Kos Mayong JeparaSetelah mendapatkan kabar itu, pacar korban kemudian menyuruhnya untuk meminta bantuan kepada bapak kos.Namun, kepada pacarnya, korban mengatakan tidak berani meminta bantuan. Ia juga mengaku tidak kuat menahan sakit.Saat dimintai klarifikasi, lanjut Rozi, sang pacar mengaku tidak pernah menyuruh kekasihnya untuk menggugurkan janin yang dikandung pacarnya. Dia tidak menampik bahwa sebelumnya pacarnya meminta tolong kepadanya karena pendarahan. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler