Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Aktivitas niaga di Pasar Ratu Jepara perlahan mulai bernapas lagi. Sebelumnya, salah satu pasar terbesar di Bumi Kartini itu sempat sepi lantaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kepala Pasar Ratu, Darmuji mengatakan, sejumlah pedagang sudah mulai membuka kios dan kembali berdagang.

Pada masa PPKM Darurat lalu, para pedagang memilih menutup kios lantaran aturan pembatasannya sangat ketat dan ribet. Akibatnya, pembeli sepi dan penjualan menurun.

“Yang masih banyak kosong blok pakaian dan blok bawah tangga. Tapi yang pedagang-pedagang sembako sudah mulai banyak yang buka,” kata Darmuji, saat dihubungi MURIANEWS, Kamis (29/72021).

Darmuji mengatakan, selama PPKM Level 4 ini, pasar ditutup pukul 16.00 WIB. Padahal, biasanya ditutup pukul 17.00 WIB.

Pihaknya terpaksa menyesuaikan diri dengan pedagang. Sebab, karena jam buka Pasar Ratu cukup siang. Yaitu pukul 09.00 WIB. Sehingga, jika pasar ditutup sebelum pukul 15.00 WIB, pedagang hanya memiliki waktu sebentar untuk berdagang.

“Kita bukanya kan, siang. Dan, jam 14.00 WIB banyak pedagang yang mulai jualan di bawah (jalan sekitaran pasar, red). Mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri dengan mereka. Yang penting protokol kesehatan tetap dijalankan,” terangnya.
“Kita bukanya kan, siang. Dan, jam 14.00 WIB banyak pedagang yang mulai jualan di bawah (jalan sekitaran pasar, red). Mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri dengan mereka. Yang penting protokol kesehatan tetap dijalankan,” terangnya.Terkait dengan harga kebutuhan pokok, Darmuji menyebut harga-harganya sudah mulai turun. Harga sembako sempat naik ketika Iduladha beberapa waktu lalu.Harga cabai rawit merah misalnya, pekan lalu melambung sampai angka Rp 60 ribu per kilogram. Namun, hari ini sudah turun sampai Rp 30 ribu per kilogram.Sedangkan, harga cabai hijau pekan lalu mencapai Rp 22 ribu per kilogram. Tetapi hari ini sudah turun menjadi Rp 12 ribu per kilogram.“Kelihatannya pedagang-pedagang juga suda mulai bisa menyesuaikan, karena ini sudah ada kelonggaran-kelonggaran,” pungkasnya. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler