Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Seorang warga di Jepara tewas setelah dikeroyok sekelompok orang, sehabis pesta miras. Selain membuat seorang meninggal, aksi pengeroyokan itu juga membuat tiga orang lain luka-luka.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara tengah mengusut kasus ini. Pelaku pengeroyokan diperkirakan sepuluh orang, dan beberapa di antaranya telah diamankan polisi.

Kasatreskrim Polres Jepara , AKP Fachrur Rozi, menjelaskan, peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Minggu (18/7/2021). Tepatnya di RT 7/RW 15 Dukuh Pelemsari Turut, Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri, Jepara.

Rozi mengatakan, peristiwa pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Tepatnya di kebun warga. Empat orang jadi korban. Satu di antaranya meninggal dunia.

“Yang meninggal dunia Subroto (42), warga Desa Bangsri Kecamatan Bangsri. Dia meninggal dunia lima hari setelah dikeroyok,” kata Rozi, Senin (2/8/2021).

Sementara tiga korban luka yakni Muhammad Adi Saputra (20), warga Desa Tengguli, ia mengalami luka robek di bagian kepala atas dan luka memar di bagian punggung.

Kemudian, Abdul Gofar (26)  warga Desa Tengguli Dukuh Kemlokomanis, mengalami luka robek di bagian kepala atas. Serta Riko Prasetya (24) warga Desa Guyangan, mengalami luka memar di bagian wajah dan punggung.

Terkait kronologi, Rozi menjelaskan peristiwa itu bermula, sekitar pukul 18.00 WIB, salah satu pelaku bernama M Ulumuddin alias Kribo bersama teman-temannya, nongkrong di jalan kecil dekat kebun pohon sengon.
Terkait kronologi, Rozi menjelaskan peristiwa itu bermula, sekitar pukul 18.00 WIB, salah satu pelaku bernama M Ulumuddin alias Kribo bersama teman-temannya, nongkrong di jalan kecil dekat kebun pohon sengon.Mereka mabuk-mabukan dengan menenggak minumal beralkohol jenis ginseng. Berjarak 100 meter dari situ, ada kelompok korban Subroto, yang juga sedang mabuk-mabukan.Sekitar pukul 20.30 WIB, Kribo dan teman-temannya pindah lokasi ke dekat jembatan. Kebetulan, kelompoknya memiliki masalah dengan salah satu anggota kelompok Subroto.Karena terpengaruh alkohol, kelompok Kribo mendatangi kelompok Subroto. Mereka membawa beberapa batang kayu sengon langsung mengeroyok kelompok Subroto.Karena situasinya gelap, mereka menyerang secara acak. Hingga mengakibatkan kelompok Subroto mengalami luka-luka cukup serius. “lima hari setelah kejadian itu Subroto meninggal dunia,” jelas Rozi.Kini, pihak Satreskrim Polres Jepara sedang mengusut lebih dalam duduk perkara peristiwa itu. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler